Catatan Bela Islam: Perjalanan Dakwah Wali Songo Sampai Habib Rizieq


berdasarkan putusan musyawaroh dakwah Khilafah Turki sekitar abad ke 15 Masehi, diutuslah para dai Alloh berasal dari Iraq, Maroko (Afrika), Gujarat (India) berdakwah menyebarkan Islam di Nusantara. Saat itu mayoritas penduduk beragama Hindu. Kalangan ulama sebagian besar adalah keturunan Rosulullah SAW. Mereka dikenal dengan nama Wali Sembilan (Walisongo).

Formasi sembilan orang  dewan syuroh dakwah tu selalu digantikan jika salah satu dai karena suatu sebab wafat atau dipanggil pulang atau ditugaskan ke negeri laen untuk berdakwah oleh khilafah.

Selama 50 tahun perjalanan dakwah para wali berhasil mengislamkan 90 persen masyarakat Nusantara. Semula menyembah pohon, api, binatang, manusia, dewa dewi, pohon, batu, benda angkasa, kini menyembah  Rob-Nya sebenarnya yang wajib disembah.

Diantara keturunan dai-dai Alloh banyak menjadi pemuka kerajaan nusantara dan pendiri pondok pesantren. Akrabnya kerajaan dan ulama di kala itu, raja-raja Mataram pun bergelar 'Senapati ing Ngalogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Dasa”.

Memiliki arti Sultan penguasa sah dunia. Juga Senopati/panglima tertinggi angkatan perang yang menentukan perdamaian dan perang dalam kondisi berperang. Sebagai khalifatulloh, Sultan menjaga kemuliaan dan kesucian agama dari gangguan otang-orang jahil.

Perjalanan dakwah Wali Songo sambung menyambung dan tak pernah putusi. Para dai Alloh SWT dari hadromut (Yaman) meneruskan misi Wali Songo. Mayoritas dari kalangan habaib. Kedudukan mereka sebagai ulama sangat dimuliiakan. Peran dan jasanya pun sangat besar melawan dan mengusir penjajahan asing dari bumi nusantara.

Kedudukan ulama itu pencerah spritual manusia. Kehadirannya adalah keberkahan bagi penduduk nusantara. Mereka kunci kesuksesan bagi peradaban suatu bangsa. Mengabaikannya akan membuat negeri terpuruk dan tenggelam.

Migrasi habaib bukan seperti kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, Jepang, dan Cina. Dengan  kerakusan serta kelicikan, siasat tipu daya dan adu dombanya, hanya untuk menjajah dan merampok kekayaan bangsa-bangsa dunia khususnya negeri Indonesia. Belum lagi sampai sata ini meninggalkan keusakan-kerusakan yakni budaya sintig seperti madat, judi, mabok-mabokan dan zinah, serta sistem SIPILISME Sekulerisme-Pluralisme-Liberalisme.

Ulama hakekat dan haq itu hanya hamba-hamba yang tulus mencari ridlo Alloh SWT. Wahai anak bangsa! TNI, POLRI, dan seluruh elemen bangsa, apakah kita akan membiarkan ulama pewaris nabi dihinakan??? Sedangkan mereka telah rela rmempertaruhkan nyawa, darah dan kehormatannya meninggikan agama Alloh.SWT. Sebagaimana pengorbanan kakek buyutnrya dahulu. Atau gunung-gunung yang sedang bergetar saat ini akan menjawab persoalan.  Wallahu a'lam bishowab.

Martimus Amin
(Pengamat Hukum dan Politik dari Indonesian Reform)

sumber : rmol



Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)