Dicatut Dukung Ahok, Ini Bantahan Mejelis Rasulullah
Majelis Rasulullah (MR) memberikan klarifikasi atas beredarnya isue bahwa mereka mendukung Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dalam Pilgub DKI 2017 mendatang.
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui video yang diunggah oleh akun Facebook pribadi Ketua Majelis Syuro MR, Habib Nabiel Fuad Al Musawa, kamis siang (11/02/2017).
Dalam video yang berdurasi 06.45 menit tersebut, Habib Nabiel menjelaskan bahwa fitnah bermula dari foto pengurus MR bersama Ahok yang digunakan sebagai dalih bahwa Majelis Dzikir tersebut mendukungnya untuk maju dalam pilgub 2017.
"Saya ingin menyampaikan kepada antum (anda) semua anak-anaku Jamaah Majelis, berkaitan foto pengurus Majelis Rasulullah bersama Gubernur Basuki Tjahaya Purnama. Saya ingin sampaikan secara singkat bahwa foto tersebut diambil pada 6 Maret 2015, Jadi sudah beberapa tahun yg lalu," Kata Habib Nabiel.
Dalam kesempatan tersebut, kakak dari Habib Munzir pendiri Majelis Rasullah memaparkan bahwa foto tersebut diambil ketika MR melakukan audiensi dengan Ahok terkait adanya pelarangan oleh Pemerintah Provinsi DKI untuk mengadakan kegiatan Dzikir dan Tabligh Akbar di Monas, bukan terkait dukungan terhadap Gubernur asal Bangka Belitung ini.
"Sebagaimana saya sebutkan tadi itu foto 6 Maret 2015, alangkah jauhnya dan kami gak ada urusan dengan dukung mendukung calon tersebut. Jangankan mau mendukung? Kita minta (Izin menggunakan Monas) saja ndak diberikan, lalu difitnah macem-macem. Bagaimana mungkin kita mau mendukung?," Papar Habib Nabil.
Kendati banyak disudutkan oleh fitnah-fitnah yang beredar dengan bijak Habib Nabiel meminta jamaah majelis agar tidak 'membuat gaduh' dengan melaporkan ke pihak Kepolisian.
"Tetapi kita ndak akan meramaikan itu semua ke Polisi, melaporkan atau mungkin demo dan sebagainya. Kita hanya menyerahkan semuanya kepada Allah. Karena majelis kita majelis dzikir, mejelis kita majelis akhlaq, majelis kita majelis adab. Biar Allah yang memberikan hidayah," tutup Habib Nabiel.
Berikut pernyataan sikap Majelis Rasulullah yang TeropongSenayan dapatkan:
Klarifikasi terhadap kabar yang beredar bahwa Majelis Rasulullah SAW (MR) mendukung Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Alhamdulillahi wash Shalatu was dalaamu ‘ala Sayyidina Rasulillah SAW.
Terkait beredarnya foto saya dan Pengurus Majelis Rasulullah (MR) bersama gubernur Ahok yang dilansir oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab akhir-akhir ini maka perlu diluruskan hal-hal sebagai berikut:
1. MR bukan parpol dan MR tidak pernah ikut-ikutan dalam kampanye, baik kampanye Pilkada, Pileg maupun Pilpres. Oleh karena itu MR berlepas diri dari dukung-mendukung cagub/cawagub DKI, sebab MR adalah murni Majelis Zikir yang bermanhajkan aqidah Ahlus Sunnah wal jama’ah di bawah bimbingan Guru Mulia Habibana Umar bin Hafizh. Maka terkait Pilkada DKI, MR hanya mengenalkan dan mendoakan para calon yang sesuai dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan jelas gubernur Ahok tidak masuk dalam kriteria tsb.
2. Terkait foto saya dan Crew MR bersama gubernur Ahok, maka foto tsb adalah foto pada tanggal 6 Maret 2015 yaitu saat MR memprotes keras kebijakan gubernur Ahok yang melarang kegiatan rutin zikir MR di Monas dari sejak zaman beberapa gubernur sebelumnya.
MR diundang oleh gubernur Ahok untuk membicarakan masalah tersebut ke balaikota, dan pada saat itu telah dicapai kesepakatan bahwa MR boleh tetap mengadakan 5 kegiatan besar di Monas selama tahun 2015, yaitu sampai bulan Desember 2015, yang kemudian janji itu tidak ditepati oleh gubernur Ahok.
3. MR tidak pernah menerima bantuan material apapun dari Penprov DKI, selain dari janji pemberian izin 5 acara kami pada tahun 2015 (ad.2 di atas) yang sampai saat ini tidak pernah ditepati. Bahkan yang beredar berita di media pada saat itu adalah justru tuduhan gubernur Ahok bahwa EO-MR ingin di Monas hanya ingin cari duit dari PKL, bahwa apakah kalau zikir di Istiqlal gak diterima Tuhan, dan tuduhan-tuduhan miring lainnya.
4. Berbagai pernyataan gubernur Ahok di atas saja sudah menyakiti kami, dan kami sama sekali tidak membalas pernyataan-pernyataan tersebut, lalu akhir-akhir ini beredar pula foto kami pada saat memprotes pelarangan izin Monas yang diputarbalikkan seolah-olah MR mendukung cagub Ahok, benar-benar ini sudah fitnah yang luarbiasa.
5. Tetapi manhaj MR melarang kami untuk menempuh jalan kekerasan apalagi sampai ke jalur hukum dan lain sebagainya, maka kami akan bersabar atas berbagai tuduhan dan fitnah ini, semuanya hanya akan kami serahkan kepada Allah SWT, dan langkah kami terhadap semua yang melakukannya adalah kami doakan agar mereka semua diberi hidayah oleh Allah SWT dan ditunjukkan kepada jalan yang lurus.
Klarifikasi ini kami buat bukan untuk membuka permusuhan atau perlawanan pada siapapun dan pihak manapun, melainkan hanya untuk menyampaikan kebenaran dan agar masyarakat mengetahui duduk masalah yang sebenarnya.
Sungguh tugas kami hanya untuk melakukan perbaikan sekuat tenaga kami, dan tidaklah yang menunjukkan kepada hidayah kecuali hanya Allah SWT, hanya kepada-Nya kami bertawakkal dan hanya kepada-Nya pula kami akan dikembalikan.
sumber : teropongsenayan