Efek Boy Sadikin, Anies-Sandi Kuasai Jaksel dan Jaktim
Efek Boy Sadikin, Anies-Sandi Kuasai Jaksel dan Jaktim
Berita Islam 24H - Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menempati posisi kedua perolehan suara Pilgub DKI 2017, berdasarkan hitung cepat berbagai lembaga survei.
Meski berada di urutan kedua, Anies-Sandi tercatat unggul di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi form C1 di situs KPU, Kamis (16/2/2017), hingga pukul 18.00 WIB ini, Anies-Sandi memperoleh 42,6 persen (313.719 suara) di Jaktim. Sedangkan di Jaksel, 46 persen (309.684 suara).
Menurut pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Reza Hariadi, kemenangan Anies-Sandi di Jaksel dan Jaktim tak lepas dari kerja keras eks Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DKI, Boy Bernadi Sadikin.
"Tentu ada buah manis dari tangan dingin Boy Sadikin yang mengobok-obok basis banteng. Apalagi kalau kita coba bandingkan dengan hasil Pileg lalu, PDI-P berkuasa di dua daerah itu," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, beberapa saat lalu.
Pada Pileg 2014, PDI-P diketahui memperoleh 290.598 suara di Jaktim dan di Jaksel meraup 230.453 suara. Partai banteng keluar sebagai pemenang dari dua wilayah tersebut.
"Tapi, kesuksesan Boy Sadikin terbesar ada di Jaktim, karena Jaksel menjadi wilayah yang tak asing lagi bagi Boy Sadikin," imbuh eks aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.
Fakta tersebut, sambung Reza, menunjukkan bila mantan wakil ketua DPRD DKI itu masih memiliki loyalis, kendati telah keluar dari PDI-P.
"Artinya, Boy Sadikin mampu menghimpun kader-kader PDI-P tanpa harus memiliki power. Meski pun memang ada kader yang menganggap diusungnya Ahok tidak sesuai dengan jargon partai wong cilik," papar jebolan Universitas Diponegoro ini.
Disisi lain, kata Reza, perolehan suara Anies-Sandi pada Pilkada DKI juga dipengaruhi faktor lain, seperti sosiologis, idelogis, dan psikologis.
"Tim Anies-Sandi sukses menangkap aspirasi warga dan mengemasnya sebagai harapan. Sehingga, mendorong warga untuk memilihnya. Mereka berhasil lho mengungkapkan fakta, bahwa mayoritas masyarakat Jakarta ingin perubahan, tak lagi dipimpin petahan," tandasnya. [beritaislam24h.id / tsc]