Pendukung Ahok Histeris, Korban Gusur Teriak Anies
Pendukung Ahok Histeris, Korban Gusur Teriak Anies
Berita Islam 24H - Rumah Lembang memang tak pernah sepi dari pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Rabu (15/2) sore kemarin, keramaian di Rumah Lembang terasa luar biasa.
Ratusan pengunjung yang tak lain relawan pendukung Ahok-Djarot membeludak hingga memenuhi seluruh penjuru ruang hingga jalanan di depan Rumah Lembang. Sorak-sorai mengelukan nama Ahok berulangkali terdengar di rumah yang selama ini menjadi Rumah Pemenangan Ahok-Djarot itu.
Mereka menyambut gembira hasil hitung cepat (quick count) Pilkada DKI 2017 yang menunjukkan pasangan Ahok-Djarot meraih suara di kisaran 42-43 persen.
Mereka mengungguli pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang meraih suara di kisaran 39-40 persen, dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni yang meraup suara di kisaran 16-18 persen.
Dengan perolehan suara seperti itu, kemungkinan besar pasangan Ahok- Djarot dan Anies-Sandi bakal maju ke Pilkada putaran kedua.
Meski masih berupa hasil versi quick count, keunggulan Ahok-Djarot itu disambut suka cita oleh pendukungnya.
Sebagian besar pendukung yang hadir di Rumah Lembang kemarin mengenakan baju kotak-kotak, simbol baju Ahok-Djarot.
Sekitar pukul 15.40 WIB, Ahok yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di rumah yang berada di kawasan Taman Setu Lembang, Menteng, Jakarta Pusat ini.
Mengenakan kemeja kotak-kotak, calon gubernur nomor urut dua ini langsung mengacungkan dua jari di hadapan pendukungnya.
Teriakan yel-yel hingga suara histeris terdengar di seantero penjuru rumah.
Wati (45), seorang relawan pendukung Ahok, mengaku sengaja datang ke Rumah Lembang usai menggunakan hak suaranya mencoblos Ahok-Djarot di TPS yang dekat dengan lokasi rumahnya.
"Saya sengaja datang ke sini habis nyoblos, buat dukung Pak Ahok sama Pak Djarot," ujarnya.
Wati pun agak kewalahan memarkirkan mobilnya lantaran lahan parkir yabg disediakan di sekitar Rumah Lembang penuh sesak.
"Sudah dari tadi siang saya bersama keluarga kesini, macetnya ampun deh, ini aja saya parkir di dekat Taman (Suropati) situ," jelasnya. Taman Suropati berjarak sekitar 1 kilometer dari Rumah Lembang.
Tak hanya Wati yang merasakan hal tersebut. Luna (29) yang mengaku warga Pluit, Jakarta Utara, pun merasakan hal yang serupa.
Tak hanya sulit parkir , Wati juga merasakan badannya didorong dan didesak para relawan lainnya yang histeris melihat Ahok.
"Saya cari parkir susah, penuh banget, didesak, didorong sama relawan-relawan yang histeris lihat pak Ahok," kata Luna menampakkan wajah kesal.
Padatnya relawan di rumah pemenangan Ahok-Djarot sudah seperti saat menonton konser.
"Kesel banget, ini crowdednya parah banget, sudah kayak mau nonton konser, tadi juga ada yang naik-naik tembok (hanya untuk lihat Ahok)," tegasnya.
Relawan pendukung yang hadir di Rumah Lembang, memang terlihat sangat antusias saat melihat Ahok. Diantara mereka, ada yang mendorong relawan didepannya, memanggil nama Ahok, bahkan naik ke atas tembok, demi melihat wajah Ahok.
Banyaknya relawan yang hadir membawa anak-anak membuat situasi sempat ricuh lantaran aksi saling dorong untuk bisa mendekati Ahok.
Tak pikir strategi
Kepada pendukungnya, Ahok mengaku bersyukur terhadap hasil quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei. "Kita pantas bersyukur atas hasil yang kita capai meski masih setengah," kata Ahok.
Pada kesempatan itu, Ahok juga berterima kasih kepada warga, pendukung, relawan, serta partai politik pengusung yang telah mendukung pasangan Ahok-Djarot.
Lalu, ketika bicara di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Ahok mengaku tidak memiliki strategi khusus apapun di putaran kedua nanti.
Ahok menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada tim kampanye ataupun partai politik pengusung mengenai langkah apa yang akan diambil.
"Saya orang kerja, nggak pikir strategi. Kalau strategi urusan partai politik dan tim pemenangan. Saya maunya kerja aja," tegasnya.
Meski demikian, berkaca pada hasil perolehan suara quick count, Ahok memberi apresiasi kepada partai pengusung dan pendukung yang telah berjuang untuk memenangkan Ahok-Djarot.
"Ini pasti kerja keras dari partai politik, ada Golkar, PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura, PPP pak Djan Faridz, ini bekerja dengan baik. Juga relawan dan para pendukung. Kami terima kasih, perjuangan belum selesai," tutup Ahok.
Mega senang
Di DPP PDI-P, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengucapkan terima kasih kepada warga DKI Jakarta yang memilih pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Kepada warga DKI Jakarta yang memberikan suaranya ke nomor dua, saya ucapkan terima kasih, beribu-ribu terima kasih," katanya.
Megawati meminta seluruh jajaran PDI-P terus bekerja keras untuk memenangkan Ahok-Djarot jika Pilkada DKI Jakarta masuk pada putaran kedua.
Dalam kesempatan itu, Megawati mengaku senang karena partisipasi masyarakat DKI Jakarta pada Pilkada kali ini relatif tinggi.
Bentuk kepercayaan
Sementara itu Anies Rasyid Baswedan mengaku akan menjaga kepercayaan warga Ibukota yang memilihnya.
Sebab bukan hanya sekedar angka, dukungan yang diberikan warga menurutnya merupakan bentuk kepercayaan warga kepada dirinya dan pasangannya, Sandiaga Salahudin Uno agar lebih mensejahterakan Ibukota.
"Kami menyadari bahwa amanah yang diberikan lewat pemungutan suara tadi pagi adalah amanat yang besar. Karena itu, bagi kami presentase bukan sekadar suara, tetapi kepercayaan. Dan ini, Insya Allah akan kami jaga sebaik-baiknya," ungkap Anies kepada wartawan di kantor DPP Gerindra, Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (15/2) petang.
Bersamaan dengan hal tersebut, dirinya mengapresiasi seluruh relawan yang telah bekerja luar biasa. Anies pun berharap agar seluruh Tim Pemenangan dan Relawan Anies-Sandi tetap bersemangat.
Gigi empat
Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengaku bersyukur dengan hasil yang diperoleh, yang ada di kisaran 39-40 persen.
Angka tersebut, katanya, melesat jauh dari target pencapaian perolehan suara yang ditetapkan pihaknya.
Sebab, posisi Anies-Sandi yang semula berada pada gigi satu atau hanya mendapat perolehan suara sekitar 10 persen pada bulan November 2016 lalu akan ditingkatkan secara bertahap menjadi gigi dua pada bulan Desember 2016.
Target pencapaian perolehan suara pun katanya semakin tinggi setiap bulannya, yakni berada pada gigi tiga atau sebesar 30 persen pada bulan Januari 2017 dan meningkat menjadi 40 persen pada bulan Februari 2017.
"Kalau bahasa kami (persentase) istilahnya gigi. Awal (kampanye) gigi satu dulu, bulan Desember kita ditempatkan (berada) nomor tiga sesuai nomor urutnya. Tapi ternyata Januari sudah masuk gigi tiga dan seterusnya sampai gigi empat, sehingga hari ini hasilnya akan diumumkan," ungkap Mardani.
Kesal Ahok
Suara Anies antara lain dipetik dari para warga yang kesal kepada kebijakan Ahok. Misalnya warga Rusunawa Rawa Bebek yang tak lain korban penggusuran yang dilakukan Gubernur Ahok saat membenahi Sungai Ciliwung di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur.
Di Rusunawa itu, warga menyalurkan aspirasinya di dua TPS yang ditempatkan di Rusunawa tersebut yakni TPS 140 dan TPS 141 yang berada di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Rasa kesal itu akhirnya mereka salurkan dengan cara tidak memilih Ahok di gelaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2017-2022. "Emang pada mau digusur lagi? Ganti Gubernurnya jadi Anies," seloroh warga saat penghitungan suara.
Riuh warga tidak berhenti ketika nama Anies terus disebut oleh Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS).
"Nah, ayo terus nomor tiga disebut," seru warga lain yang kompak mendukung pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Penghitungan suara di TPS 141 Rusun Rawa Bebek dilakukan sejak pukul 14.00 WIB. Banyak warga menyaksikan momen lima tahunan ini.
Para pria yang berkerumun menyaksikan jalannya perhitungan suara, langsung bersorak ketika disebut nama Anies Baswedan yang artinya jumlah suara Anies bertambah.
"Hidup Anies. Hidup Anies," teriak mereka.
Hasilnya, di TPS yang berada di Rusunawa Rawabebek yang juga diisi korban gusuran dari Kampung Pulo, Pasar Ikan, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara ini dimenangi Anies-Sandi.
Pasangan Anies-Sandi memperoleh 171 suara sah. Posisi kedua diraih Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan 48 suara. Sedangkan paslon nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat 39 suara.
Di TPS 140, Anies-Sandi meraih 148 suara dari total 360 surat suara sah. Sedangkan pasangan nomor urut satu Agus-Sylvi meraih 124 suara. Ahok-Djarot memperoleh 80 suara.
Di Kampung Akuarium yang juga digusur, Ahok pun mengalami kekalahan.
Di TPS 17 yang terletak di Jl Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Dari 320 surat suara yang sah, 249 suara memilih Anies-Sandi Uno. Sedangkan Ahok-Djarot hanya mendapat 54 suara.
"Paling kecil untuk Agus-Sylvi hanya 16 surat suara. Sisanya ada satu suara tidak sah. Karena semuanya dicoblos," kata Ichwan, Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 17. [beritaislam24h.id / wtk]