Bukti Bhineka Berjalan Baik Di Rezim Jokowi Dengan Diangkatnya Keturunan Tionghoa Sebagai Marsekal TNI AU
Berita soal kenaikan pangkat salah satu pejabat tinggi keturunan Tionghoa di lingkungan TNI Angkatan Udara (AU) harus diapresiasi sebagai bentuk nyata kebhinekaan di Indonesia sudah berjalan cukup baik di rezim Jokowi.
Meski begitu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kenaikan pangkat yang diterima oleh Marsma Surya Margono telah melalui penilaian yang ketat.
“Kenaikan pangkat Perwira Tinggi harus ada capaian keberhasilan dalam melaksanakan tugas, reputasi individu dan satuannya diakui serta layak diapresiasi, sehingga mengalir penghargaan sekaligus kehormatan untuk menyandang pangkat lebih tinggi,” ujar Gatot saat memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat, Kamis (23/3/2017).
Surya Margono sendiri merupakan lelaki kelahiran kelahiran Mempawah, Kalimantan Barat, 5 Desember 1962. Ia aktif sebagai perwira sejak tahun 1987 dan menjabat sebagai Atase Pertahanan di KBRI Beijing, Cina, sejak 10 September 2009.
Kini dirinya menjabat sebagai Dir D Bais TNI, sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 19/TNI/tahun 2017 tanggal 22 Maret 2017 dan diteruskan dengan Surat Perintah Panglima TNI No Sprin/522/III/2017 tanggal 23 Maret 2017.
Meski begitu, Marsekal Pertama Surya Margono sejatinya bukanlah pejabat tinggi keturunan Tionghoa pertama di tubuh TNI. Sebelumnya, terdapat sejumlah nama Brigadir Jenderal TNI Teguh Santosa, Mayor Jenderal Iskandar Halim, dan Brigadir Jenderal Teddy Yusuf.
Selain itu, juga terdapat nama-nama, seperti Marsekal Pertama TNI Billy Tunas, Laksamana Pertama TNI FX Indarto Iskandar, dan Mayjen Daniel Tjen yang tercatat sebagai anggota TNI keturunan Tionghoa.