Demi Jadi Gubernur Anies Agresif Menyerang, Ahok Santai dan Menang Telak


Debat Mata Najwa bermaksud mempertajam visi dan misi calon Gubernur. Debat dengan format yang cukup menarik ini mampu mempertajam program-program Ahok. Sebaliknya Anies masih samar, kemana arah dan maksud programnya serta bagaimana program tersebut dapat dijalankan.

Soal KJP misalnya, Program Ahok jelas sekali KJP hanya untuk anak sekolah yang ingin bersekolah. Lah namanya juga Kartu Jakarta Pintar kok bukan Kartu Jakarta Lo Kagak Sekolah Tetep Gw Bayarin Demi Jadi Gubernur. Sedangkan Anies mengatakan KJP Plus mencakup juga mereka yang putus sekolah. Bagi saya jelas ini tidak mendidik, Pak Ahok pun setuju akan hal tersebut. Mirip beasiswa lah, beasiswa itu kan diberikan kepada siswa/mahasiswa yang memang ingin sekolah dan berprestasi. Kalau anaknya gak mau sekolah yah kenapa dikasih beasiswa, kan kurang tepat jadinya?

Soal Guru juga, jelas yang paling mengetahui kondisi muridnya ya guru. Jadi wajar KJP itu rekomendasi dari guru. Semantara Anies mengatakan bukan job description guru untuk mengetahui siapa saja yang butuh KJP Plus, dia mengambil dari data dinas sosial dan sebagainya. Padahal belum tentu data tersebut akurat, sementara guru selama berinteraksi dengan murid pasti dia tau mana muridnya yang butuh KJP. Gampang kok tapi dibuat rumit oleh kubu sebelah.


GarudaQQ GAME Poker Online Terbaik Terpercaya Dan Tercepat...
 
Beruntung bersama #Garudaqq.com Minimal deposit dan withdraw 20rb
Bonus Turn Over 0.3% tiap minggunya + Referal 15% Seumur hidup (bebas syarat)
1i'd all in game : #BandarPoker , #Poker , #Domino99 , #Capsa , #AduQ , #BandarQ , #Sakong
Ym : Cs_garudaqq
BB : 25AD1979
LiveChat : 24 online

Soal kepemimpinan, Ahok berprinsip bahwa pemimpin itu harus menjadi model atau contoh dalam segi bersih, transparan dan profesional. Berikutnya menjadi pemimpin yang mau melayani. sementara Anies hanya mengajarkan strategic mapping seperti di mata kuliah manajemen strategi. Sejak debat pertama Anies selalu terlihat terputus antara teori yang ada di kepalanya dengan fenomena di lapangan. Ia kerap kesulitan menurunkan paparannya yang dari level teori ke level praktis. Mungkin karena latarnya sebagai dosen? Sementara Ahok bicara praktikal karena memang dia praktisi jadi lebih mudah dipahami dan teruji.

Pertanyaan yang menarik adalah soal Soeharto. Ahok menjawab lagi-lagi dengan contoh praktis saja, Soeharto itu mampu menjaga stabilitas harga sembako dan dia mencontoh hal tersebut. Sementara Anies nampak sedikit gagap ketika Najwa mengejar dengan pertanyaan “Stabil, maksudnya?”

Dan Ahok pada debat kali ini menunjukkan keanehan dalam hitung soal DP 0 rupiah yang dia anggap tidak masuk akal.

“Pemerintah harus turun tangan, bukan menyediakan rumah sewa terus. kami berikan DP nol rupiah,” ujar Anieis

“Tadi bilang ada satu juta anak muda yang pengen beli rumah. Lalu pemerintah pengen nolong dia. Supaya dia tidak perlu DP, tidak perlu bunga. Cicil sama pemerintah. Kalau 350 juta kali satu juta rumah, 350 triliun. Itu uang dari mana

Kemudian Anies ngeles lagi seperti biasa “Pilihannya sederhana, Gubernur yang putus asa melihat kenyataan itu, atau Gubernur yang mau mencari solusi melihat kenyataan itu.”

Selain itu Ahok juga berpendapat bahwa Bank tidak mungkin mau memberikan rumah tanpa DP dan tanpa bunga karena bank juga harus untung, itu prinsip perbankan. Lalu yang membuat saya tertawa terbahak-bahak adalah ketika Anies ngotot soal DP 0 rupiah. Setelah sebelumnya berkali-kali Ahok diserang, akhirnya Ahok mulai menyerang, “Saya ga suka bohongin orang untuk menarik simpati”. Lalu Anies langsung bermain jadi korban “Jangan marah Pak Ahok, jangan serang pribadi”. Padahal kita semua tau siapa yang sejak awal selalu menyerang Ahok.

Menurut saya moment emas dalam debat kali ini adalah ketika Najwa bertanya soal tepat atau tidak persepsi masyarakat terhadap Ahok yang dikatakan tukang pecat. Ahok dengan santai menjawab yang intinya tergantung kinerja dan bukan dia yang mecat karena itu permintaan tim. Sementara persepsi masyarakat terhadap Anies adalah dianggap tidak berani memecat.

“Pak Anies, persepsinya tepat tidak (bahwa Anda) tidak tegas, tidak mungkin berani pecat anak buah?” tanya Najwa Shihab.

Jawaban Anies:

“Tidak mungkin berhentikan anak buah? Sekarang aja saya sedang berusaha memberhentikan Pak Basuki dari gubernur. Wah apalagi anak buah!” Begitu jawaban Anies dan ia berkata akan melakukannya dengan cara yang benar. Anies lalu kembali duduk dan terlihat merasa menang. Tapi dengan cerdas Ahok melakukan counter

“Ya kalau mau pecat saya, saya kira bukan tergantung Pak Anies, tergantung warga Jakarta sih”. Counter cerdas dan langsung disambut dengan sorakan penonton serta senyum Anies yang tiba-tiba berubah menjadi kecut. Kemudian Ahok melanjutkan

“Ya kontrak saya sampai Oktober 2017 ya,” terus Ahok.

“Dalam hal ini, saya memang anak buahnya Pak Anies karena saya pelayan warga Jakarta, kebetulan Pak Anies warga Jakarta, ya saya anak buahnya,” jawab Ahok.

“Makanya kalau mau memecat saya, bukan sebagai calon gubernur, tapi sebagai warga DKI,” tutup Ahok.

Ahok terlihat pintar mengendalikan emosinya sementara Anies terus menyerang demi menjadi Gubernur. Saya teringat dulu Ahok berjanji akan berubah, dia akan lebih tenang dan tidak emosional. Dan malam ini di Mata Najwa, Ahok diuji lagi kesabarannya oleh Pak Anies sampai saya terheran-heran. Katanya Pak Anies ini mulutnya manis, tapi di acara ini rasanya kecut sekali yah? Ahok terlihat santai, dia hanya senyum-senyum saja dan menyerang seperlunya.

Strategi serangan Anies masih sama seperti debat-debat sebelumnya, ia ingin membuat penonton berpikir bahwa Ahok itu pemarah dan  Gubernur provokator. Itu saja yang terus ia coba lakukan. Dan sepertinya sengaja memancing Ahok untuk marah.

Diakhir-akhir sesi, serangan Anies semakin menjadi-jadi. Secara tidak langsung mengatakan Ahok Gubernur provokator, emosional, dan sebagainya. Saya sempat khawatir juga jadinya, takut Ahok terpancing dan ketika tiba giliran Ahok menjawab, ia bangkit dari kursinya lalu sedikit membungkuk dan memulai dengan ucapan “Nuwun sewu Pak Anies”. Kemudian lanjut menjawab pertanyaan Najwa tanpa memperdulikan serangan-serangan agresif dari Anies tadi. Saya rasa lagi-lagi Ahok menang dalam debat kali ini.


Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)