Kerap Melakukan Aksi Main Hakim Sendiri Banser dan Ansor, Dinilai Jadi Ormas Anarkis dan Intoleran Suka Bubarkan Pengajian Dan Serang Saudara Muslim.


KabarViral -- Aksi main hakim sendiri yang dilakukan banser, tidka hanya terjadi sekali saja, pada kesempatan lainnya juga banser terkenal sebagai ormas yang suka bubarkan acara pengajian beda harokah.

Jika beberapa hari lalu yang sempat viral banser bubarkan pengajiannya ustd Khalid Basalamah, maka sebenarnya jauh sebelum itu banser dan ansor kerap melakukan aksi anarkis dan main hakim sendiri terhadap acara-acara pengajian  yang dilakukan beda harokah. Seperti ansor membubarkan pengajian yang dilakuak oleh HTI yang mana mengundang tokoh - tokoh NU didalamnya.

Sehingga ketika mendapati ternyata acara yang diadakan HTI juga dihadari oleh tokoh NU mereka urung membubarkan, namun dikempatan lain mereka kerap melakukan pengrusakan terhadap atribut acara, padahal acara tersebut resmi dan memiliki izin dari pihak kepolisian. Sebab HTI terkenal sebagai organisasi yang taat hukum dan senantiasa mengikuti prosedur izin.

Akan tetapi ada saja ulah mereka dalam menggagalkan acara, sementara pihak kepolisian sendiri sudah memberi izin, ini kan aneh sebagai ormas kok main hakim sendiri lah wong polisi sudah kasih izin kok mereka main hakim sendiri, nggak punya rasa sayang terhadap saudara se-aqidah. Sementara Gereja saja mereka jaga dengan dalih toleransi.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyayangkan adanya pengusiran atau penghentian pengajian Ustaz Khalid Basalamah oleh Gerakan Pemuda (GP) Anshor di Sidoarjo.

Menurut tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu seharusnya tindakan-tindakan yang bertentangan dari segi hukum tersebut tidak perlu terjadi.

"Kalau mengganggu bisa juga dibubarkan, tapi yang membubarkan harus polisi kalau pertemuan-pertemuan resmi seperti pengajian. Tak boleh ada yang ambil wewenang polisi," kicau Mahfud melalui akun tweet pribadinya beberapa waktu lalu, Senin (6/3).

Lebih lanjut, ia menyindir tindakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu sama dengan ormas yang kerap melakukan tindak kekerasan dengan dalih menegakkan hukum.

"Hanya polisi yang bisa membubarkan pertemuan. Dulu kita mengecam FPI karena "dituding" bertindak sendiri. Masak, kita mau melakukan hal yang sama," lanjut Mahfud.

Puluhan anggota GP Ansor meminta tabligh akbar di sebuah masjid di Sidoarjo, Jawa Timur, yang diisi ustaz Khalid Basalamah dihentikan. Peristiwa itu sempat memicu ketegangan, hingga akhirnya Khalid memutuskan untuk mengalah dan menghentikan ceramahnya.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/3) lalu di Masjid Shalahuddin, perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan, Sidoarjo, tempat diselenggarakannya tabligh akbar bertema "Manajemen Rumah Tangga" yang dihadiri ratusan orang.

Saat Khalid tengah menyampaikan kajian soal rumah tangga Rasulullah, puluhan pemuda GP Ansor datang.

Dalam berbagai video yang ramai dibagikan dari Youtube, mereka berteriak, menyanyikan yel-yel, dan menyenandungkan shalawat. Aparat yang berjaga langsung sigap mengamankan situasi, pasalnya banyak jemaah tabligh akbar yang berada di luar, termasuk wanita dan anak-anak.

Akibat kegaduhan di luar dan sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dan anggota Banser yang mencoba masuk halaman masjid, Khalid Basalamah memutuskan untuk menghentikan pengajiannya yang baru berlangsung selama 25 menit.

Khalid Basalamah lahir di Makasar 41 tahun yang lalu. Dia menempuh studi S1 di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi' S2 di Universitas Muslim Indonesia Makassar dan S3 di Universitas Tun Abdul Razzak, Malaysia. [ian]

Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)