Fitnah Karangan Bunga Pesan Sendiri, Kirim Sendiri, Viralin Sendiri, Lalu Kena Musibah Setelahnya. Semua Terbentuk Karena Media Ini.


Saya melihat banyak berita perlawanan dari flat earth yang kerap sirik dengan momen paling mengharukan dalam sepanjang sejarah Gubernur yang pernah ada.

Mereka yang sirik ini juga kerap didukung oleh media yang suka kerap melakukan filter. Opini mereka ini memang dibentuk untuk mencaci, dan membuat seolah-olah tindakan ini bukan berdasarkan kontribusi dari 2.3 juta rakyat Jakarta yang memilih pak Ahok-Djarot dalam putaran kedua, 2.3 juta rakyat Jakarta yang sudah merdeka dari yang namanya politik SARA.

Tujuannya tidak lain adalah pembentukan opini jangka panjang yang nanti akan mengibaratkan bahwa kalau kubu dari Ahok-Djarot ini kerap licik, dan melakukan cara-cara curang.

Bisa dilihat beberapa banyak fitnah dari screenshot yang saya capture di dalam surfing saya mencari data-data terkait.



Fitnahnya adalah pesan di toko bunga yang sama, dan seakan semua ini adalah simpati dari rakyat, terakhir adalah musibah yang menyertai acara ini.

Ada dasarnya 3 opini ini terbentuk, ada juga medianya, media yang memang hobby melakukan hal seperti ini, tidak lain adalah Sindonews dan Okezone, media yang dikelola oleh MNC Group dibawah kepmimpinan Harry Tanoe

Lihat nih untuk isu pertama: Pesan di toko bunga yang sama, kalau dalam laman Sindonews maka judulnya adalah seperti ini, Toko Bunga Ini Kebanjiran Order Karangan Bunga untuk Ahok



Isu pertama, pesan di toko bunga yang sama, Sindonews menampilkan bukti ada foto instagram dan juga melakukan wawancara.

Isu kedua: Seakan semua ini adalah simpati dari rakyat, kalau dalam laman Okezone maka judulnya adalah seperti ini, Waduh, Nama Pengirim Karangan Bunga untuk Ahok Tidak Ada yang Asli

Pada isu kedua, seolah dari simpati rakyat, kalau permainan opini media Hary Tanoe ini menyebutkan, Waduh, nama pengirim karangan bunga tidak ada yang asli, artinya terhubung bahwa tidak ada yang namanya rakyat itu bersimpati

Isu ketiga: Musibah yang menyertai acara ini, kalau dalam laman Sindonews maka judulnya adalah seperti ini, Diguyur Hujan, Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Tumbang



Ini pasti Hary Tanoe paling demen, karena dari musibah hujan ini, walau ini hanyalah sekedar informasi, tapi opini yang terbentuk di bumi datar sangat menyakitkan, mengatakan bahwa hujan ini rasis. Tidak mengaca saat acara 212 waktu kemarin di guyur hujan lebat, lantas kalian menggangap seolah-olah hujan itu adalah berkah dan sekarang kalau Ahoker yang kena maka musibah? Konyol !

Saya sudah menyertakan ketiga link terkait pembentukan opini flat earth yang didukung oleh media “filter” atau sebut saja media “punya kepentingan” sangat terhubung bukan?

Judul-judul yang dibuat sangat begitu provokatif, kalau mereka mengklaim memberikan informasi, informasi seperti apa yang mempunyai judul, “waduh nama …” bisa lebih sederhana dan baik bukan judul itu? Mereka bukan media opini seperti kami disini. Mereka adalah media informasi berita yang sudah diakui dewan pers, tidak sepantasnya menggunakan judul se-enak udel seperti itu.

Terus juga, dimasa rekonsiliasi Anies-Sandi  media Okezone ini juga oke punya rupanya, mereka bukannya membuat hubungan ini menjadi “baik” tapi sepertinya memang senang “memperkeruh”. Patut diingat, mereka bukan media opini, mereka adalah media informasi, informasi seperti ini sudah sepantasnya untuk tidak ditampilkan, karena jelas kalau dengan judul yang dibuat seperti berikut ini, maka akan memecah bumi datar dengan bumi bulat warga Jakarta.

Berikut judul dan linknya: Kalimat Karangan Bunga untuk Ahok Bersifat Provokatif

Di masa rekonsiliasi ini MNC kerap masih memainkan medianya sebagai media politik, yang otomatis akan dilihat oleh para flat earth kemudian di koar-koarkan seperti gambar yang sudah-sudah terlampir.

Sudah habis kata saya untuk membuktikan media Hary Tanoe ini adalah media yang sangat luar biasa, bisa memainkan peran untuk menciptakan sebuah opini yang tentunya akan memicu permusuhan, saling caci, atau mungkin perperangan.

Sepertinya Hary Tanoe ini paham betul kata : Kuasailah Media, Maka Kau Akan Menguasai Dunia. Dia sudah sangat menguasai media televisi Indonesia, MNC, terdiri dari RCTI, Global TV, MNC TV, Inews Tv, atau macam-macam lainnya.

Beginilah media politik Indonesia. Agak geli-geli gimana gitu ya? Kalau media yang nyiarin seperti ini hanya ya itu-itu saja, mereka-mereka saja sendirian, beserta media kloningan flat earth. Media mainstream lainnya tidak ada yang seperti mereka ups geli mas.


sumber : seword.com

Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)