Gelar Istighosah Kubro, PWNU Jatim: Untuk Mengkreasi Perdamaian Sesama Muslim..



KabarViral - Istighotsah Kubro dalam rangka Harlah ke-94 NU yang digelar secara mandiri berlangsung sukses, Sabtu (9/4/2017) pagi. Istighotsah Kubro yang mengambil tema 'Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Nurullah' ini dihadiri hampir sejuta warga NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jatim.

Ketua PWNU Jatim KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah menyatakan, istighotsah Kubro ini digelar setidaknya memiliki beberapa maksud dan niatan luhur. Pertama, PWNU Jatim ingin mengajak seluruh komponen bangsa khususnya warga NU untuk kembali menyerahkan semua permasalahan dan problematika yang terjadi hari ini kepada Allah SWT.

Setelah cukup berikhtiar selama ini dengan jihad, ijtihad dan mujahadah. Berpasrah diri kepada Allah, memohon kepada-Nya agar seluruh masalah keagamaan dan kebangsaan yang terjadi, mendapatkan jalan keluar terbaik, dan dihindarkan dari segala musibah bahkan azab.

“Selagi kita mau meminta ampun, beristighfar dan memohon. Innallaha la yu'adzdzibahum, wa anta fihim. Innallaha la yu'adzdzibahum, wahum yastaghfirun. Yang kedua, istighotsah ini dimaksudkan Lil Ishlah, untuk mengkreasi sebuah perdamaian sesama muslimin, sesama umat beragama, sesama bangsa bahkan sesama ummat manusia di dunia,” ucap Kiai Mutawakkil.

Sebagaimana mandat para masyayikh, baik dalam pertemuan para kiai NU Jawa Timur di Lirboyo pada Februari lalu atau Musyawarah Ulama Khos yang digelar Mustasyar PBNU di Pesantren Sarang bulan lalu, yang memberikan perintah dan taushiyah penting kepada bangsa ini, khususnya warga dan pengurus NU melalui Risalah Sarang.

“Yang intinya perlu ada kesucian hati untuk menyikapi perbedaan yang ada dengan berdasarkan keluhuran ilmu dan uswah, teladan para salafunas shalihin. Istighotsah ini bermaksud suci, memulai ishlah tersebut dengan kembali merenungi apa tujuan utama kita hidup di dunia, apa maksud dari diturunkan syariat Islam kepada Rasulullah dan apa tujuan bersama para founding fathers memperjuangkan dan mendirikan bangsa kita tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” paparnya.

Yang ketiga, istighotsah ini untuk menandai jelang 1 Abad Nahdlatul Ulama, yang di tahun ini sudah berusia 94 tahun pada 16 Rajab 1438 Hijriyah. Tentu NU kian strategis dan tak ringan tugasnya, baik sebagai jam'iyyah diniyyah, yang harus memastikan tetap berlakunya nilai-nilai universal syariat Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Ataupun NU sebagai jam'iyyah Intima'iyyah, yang harus memastikan warganya tetap dalam kemaslahatan tetap terjamin hak-hak dasarnya, terjamin kesejahteraan dan berdaya di era globalisasi yang sangat kompetitif ini. NU punya tugas berat di usianya yang ke-94, karena itu beristighotsah agar semua bisa melanjutkan cita-cita luhur para masyayikh dan auliya' pendiri NU seperti yang ketahui bersama.

“Selebihnya Istighotsah ini adalah berburu cahaya Allah, Nurullah, berupa hikmah dan ilmu yang hanya akan bisa kita raih bila diri kita terus berusaha dekat dan mendekat kepada Allah, taqarruban ilallah, menjalankan apa yang seharusnya, dan menjauhi seluruh kemaksiatan apapun bentuknya. Karena sesungguhnya cahaya Allah hanya akan diberikan kepada mereka yang meninggalkan maksiat,” paparnya. -okez

Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)