Pengamat: Penerimaan Tax Amnesty Meleset Jauh, 'Halusinasi' Rezim!
KabarViral - Per 31 Maret 2017, penerimaan program pengampunan pajak atau tax amnesty tidak sesuai target. Fakta itu menjadi bukti bahwa target tax amnesty tidak lebih dari “halusinasi” rezim penguasa.
Pernyataan itu disampaikan pengamat politik Zainal Abidin kepada intelijen (03/04). “Target penerimaan tax amnesty meleset dan tidak sesuai target. Ini menjadi bukti penguasa hanya banyak omong alias omdo dan suka berhalunisasi,” kata Zainal Abidin.
Menurut Zainal, seharusnya Jokowi memiliki data yang kuat sebelum menggulirkan tax amnesty. “Dulu bilang ekonomi Indonesia akan meroket September 2015, dan sampai sekarang tidak terbukti,” papar Zainal.
Kata Zainal, ketidaksesuaian target penerimaan dana tax amnesty membuktikan program itu direncanakan dengan perhitungan yang jelas. “Begitu juga dana repatriasi yang katanya bisa mencapai ribuan triliunan rupiah, nyatanya juga tidak sesuai target,” jelas Zainal.
Zainal menambahkan, sesuai kebiasaan Presiden Jokowi akan menyalahkan bawahannya, manakala target tax amnesty tak tercapai. “Ketika berhasil, Jokowi yang dianggap berhasil, terutama melalui para pendukung di media sosial,” pungkas Zainal.
Target tebusan yang ditetapkan pemerintah dari program tax amnesty sebesar Rp 165 triliun dan dana repatriasi sebesar Rp 1.000 triliun. Program ini berakhir pada 31 Maret. Sayangnya, per 8 Maret lalu, realisasi penerimaan tebusan itu baru sekitar Rp 113 triliun dan dana repatriasi cuma baru Rp 145 triliun. -Intelijen.