Tak Habis Pikir.. Mau Selamatkan Setya Novanto, Sampai Jungkir-Balik Cara Pikir Orang DPR.



KabarViral - Tidak habis pikir, kenapa beberapa anggota DPR menjadi heboh sekali mencarikan cara untuk melepaskan lembaga itu dari persoalan ketuanya, Setya Novanto (Setnov), yang dicekal bepergian ke luar negeri oleh KPK. Fahri Hamzah (wakil ketua) mengatakan bahwa Setnov bukan orang yang sedang diselidiki, sementara anggota DPR lainnya, Muhammad Romahurmuziy (ketua umum PPP), mengatakan DPR terganggu secara psikis dan etis.

Heran, kenapa susah sekali DPR memikirkan jalan keluarnya. Sekarang sudah menjadi lebih mengerucut kepungan jaring KPK ke arah Setya Novanto terkait indikasi keterlibatan dia dalam skandal korupsi e-KTP. DPR menunggu apalagi?

Rakyat Indonesia mengusulkan jalan keluar yang sangat simpel dan cepat. Begini saran rakyat: supaya kinerja DPR tidak terganggu secara psikis dan etis, dan supaya DPR tidak tersandera oleh dugaan yang sangat memalukan terkait korupsi e-KTP yang menyeret Setya Novanto, yah sudah…diganti saja ketua DPR yang sedang bermasalah itu.

Semakin populerlah sound-bite Gus Dur yang sangat tersohor itu: “Gitu aja kok repot” bapak-ibu DPR.

Ya sudah, desak saja Pak Setnov mundur dari jabatan ketua DPR. Terus, kalau perlu, komponen yang masih bersih di Golkar sudah wajar melancarkan aksi “pembersihan lingkungan” dengan melengserkan Pak Setnov dari posisi ketua umum.

Untuk apa DPR dibiarkan terborgol oleh Pak Setnov. Dan, kenapa pula kawan-kawan di Golkar yang masih bernas pikirannya harus “terkana getah” terus-menerus sementara Anda semua tidak “memakan nangka”-nya. Khalayak bangsa sekarang ini melihat Pak Setnov tidak pantas lagi duduk sebagai ketua DPR, dan mungkin juga tidak layak lagi memimpin Golkar.

Sangat mengherankan, mengapa masih ada juga orang yang mencoba membela pejabat yang terindikasi korup. Tidak paham rakyat ini, Pak Fahri dan Pak Romi. Kalau Anda punya bukti bahwa banyak orang besar lain yang terlibat e-KTP, tetapi KPK tampak tidak mengejar orang-orang itu, tentu bisa Anda desak terus lembaga antikorupsi itu supaya tidak tebang pilih. Rakyat siap membantu Anda, pak.

Anda desak saja supaya KPK juga mengepungkan jaringnya ke arah Yosanna Laoly, Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey, dll, yang ikut disebut-sebut menerima uang panas e-KTP. Bukan Pak Setyan Novanto yang harus Anda selamatkan. Janganlah gara-gara Setya Novanto, jungkir balik cara berpikir Anda, bapak-ibu DPR.-teropongs

Asyari Usman (Mantan Wartawan BBC)
(Artikel ini merupakan opini pribadi penulis, tidak ada kaitannya dengan BBC).

Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)