Dihina Karena Bela Islam, Lieus Angkat Bicara terkait dirinya yang Disebut "Mony*t lagi bawa Obor Kerusuhan"
KabarViral - Ujaran provokasi jelang Bulan Suci Ramadhan mulai bermunculan. Salah satunya, di grup WhatsApp (WA) Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang menyebut pawai obor umat Islam sebagai obor kerusuhan.
Ujaran kebencian dan provokatif itu berupa penulisan keterangan pada foto Lieus Sungkharisma yang sedang memegang obor bersama umat Islam Jakarta yang berbunyi “monyet lagi bawa obor kerusuhan”. Foto dan caption itu diunggah oleh anggota PSMTI Pusat bernama Lukas Sutardji.
Caption foto yang beredar luar di grup WA itu kontan saja mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. Terutama dari para aktivis ormas Islam yang ikut dalam pawai obor tersebut. Mereka menyebut bahwa aksi ini sudah keterlaluan dan menyimpan niat buruk untuk memancing sentimen agama.
Namun begitu, Lieus sendiri mengaku biasa saja. Menurutnya, caption itu ditulis oleh orang yang sesungguhnya tidak tahu makna sejati dari pawai obor ini.
“Saya sudah biasa dikata-katai. Bahkan lebih dari sebutan monyet. Saya tak apa-apa. Saya hanya kasihan saja sama orang itu. Dia menuliskan hal seperti itu di media sosial dan itu membuktikan dia sesungguhnya tak tahu apa-apa,” ujar Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak) itu dalam keterangannya kepada redaksi, Sabtu (27/5).
Namun demikian, kata Lieus, munculnya caption di grup WA PSMTI itu menjadi sangat menyedihkan karena organisasi sebesar PSMTI ternyata dihuni oleh orang-orang seperti Lukas Sutardji. Apalagi jika dia ternyata adalah pengurus.
“Ini menunjukkan PSMTI ternyata diisi oleh orang-orang yang berpikiran kerdil dan sombong,” jelasnya.
Kata dia, meskipun berbeda agama, namun sejak ia mengikuti berbagai Aksi Bela Islam, tak sekalipun ia mendapati adanya kerusuhan di dalam aksi-aksi tersebut. -intelijen