Tuai Kecaman dan Dituntut Minta Maaf, Ketua PMII Aminuddin Ma’ruf Minta Maaf Didepan Gubernur Sulteng Atas Pernyataanya..



KabarViral - Forum Komunikasi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kaili Indonesia (Forkom PPMKI) melaporkan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aminudin Ma’ruf ke Mapolda Sulawesi Tengah pada Rabu (17/5).

Ketua FORKOM PPMKI, Ismail, S.Sos, tiba di Kantor Polda Sulawesi Tengah pukul 11.30 Wita dan diterima langsung oleh Staf Humas Polda Sulteng. Ismail menyatakan bahwa laporan ini terkait rekaman dan video sambutan Ketua PMII yang tersebar dimedia social, yang dianggap mencederai dan melukai masyarakat Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu.

“Jadi kami dari berbagai ormas dan masyarakat Kota Palu melaporkan atas ucapan Ketua PMII saat sambutan kongres adalah sebuah bentuk penghinaan dan penjustifikasi atas tanah Tadulako yang dikatakan adalah pusat dari gerakan radikalisme Islam dan anti NKRI,” ujar Ismail Kepada Kiblat.net Rabu (17/5)

“Jika dalam waktu 1×24 jam, Ketua PB PMII tidak meminta maaf kepada masyarakat Sulteng khususnya Kota Palu maka Kami akan mengambil tindakan untuk membubarkan Kongres PMII yang sedang berlangsung,” tegas Ismail.

Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Kaili (FPK), Imran Lahamado, juga meminta kepada aparat untuk menunda Kongres PMII. Selain itu, ia meminta ketua PMII dihukum sesuai hukum negara dan hukum secara adat Sulteng.

“Orang seperti ini baiknya dihukum secara pidana dan hukum secara adat yang berlaku di Kota Palu,” tutup Imran.

Akhirnya, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma'ruf akhirnya menemui Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola di kediaman dinasnya di Palu, Rabu petang, untuk menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya saat pembukaan Kongres XIX PMII di Palu, Selasa (16/5).

"Ya, mereka datang dan meminta maaf atas ucapan tersebut. Sebagai gubernur, sekaligus orang tua di daerah ini dan tokoh adat di lingkungan masyarakat Kaili, saya tentu memaafkan mereka," kata Gubernur Longki, Rabu (17/5).

Namun demikian, kata Longki, ia juga minta Aminuddin Ma'ruf untuk meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Sulteng melalui media. Gubernur mengaku bahwa ia sangat menyesalkan bahkan marah karena Aminuddin Ma'ruf saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres XIX PMII sempat menyebut bahwa kongres ini sengaja digelar di Kota Palu karena 'Tanah Tadulako' ini menjadi pusat kegiatan radikal Islam dan kegiatan menentang NKRI.

"Saya sangat menyesalkan ucapan itu karena jelas-jelas tidak didasari atas fakta-fakta yang benar apalagi diucapkan di depan pertemuan yang dihadiri Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Kalau yang dimaksudkan Aminuddin sebagai pusat kegiatan radikal Islam adalah aktivitas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso yang sudah meninggal, lanjutnya, itu hanya ada di sebagian wilayah Poso saja. Lalu soal tudingan menjadi pusat kegiatan menentang NKRI, itu juga sangat tidak berdasar sebab tidak pernah ada kegiatan menentang NKRI di Sulteng. "Kalau yang dimaksudkan adalah PRRI-Permesta, itu adanya di Sulawesi Utara, dan DI-TII itu di Sulsel, jadi tidak ada di Sulteng," katanya.

Ucapan itu juga membuat marah berbagai kalangan di Sulteng seperti Forum Pemuda Kaili (FPK), Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), PB.Alkhairaat dan ketua-ketua adat di Tanah Tadulako, bahkan massa HMI Palu sempat menggelar demo, Rabu siang, menuntut permohonan maaf Amiuddin Ma'ruf. Gubernur Longki Djanggola mengaku menyambut baik kedatangan Ketua Umum PB PMII menemui dirinya dan meminta maaf kepada gubernur dan kepada masyarakat Sulawesi Tengah, dan menyatakan menerima permohonan maaf mereka.

"Karena itu, selaku gubernur, orang tua dan tokoh adat di Tanah Kaili, saya meminta kepada semua kelompok masyarakat yang merasa tersakiti dengan ucapan itu supaya menerima permohonan maaf mereka dan mempertimbangkan kembali rencana-rencana yang akan mereka lakukan," ujarnya.-kabarviral/kiblat

Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)