Menteri Khofifah Kecewa Saat Joni Tambora Ingin Kembali ke Gang Sempit

BERITA INDONESIA

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tampak tersenyum kecut usai berbincang dengan Joni saat di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (16/6/2017).

Khofifah yang datang sehari setelah keluarga Joni dipindah dari tempat tinggal mereka di sebuah gang sempit yang ada di Jalan Gedong Panjang, Tambora, Jakarta Barat, tampak kecewa lantaran Joni memilih hendak kembali ke gang sempit.

"Bu, saya pulang," kata Joni singkat.

"Kasihan anaknya," timpal Khofifah yang asyik menggendong putri bungsu Joni.

Khofifah pun meminta Joni tetap tinggal sementara lantaran lingkungan tempat tinggal Joni dan keluarga tidak layak untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak.

Khofifah sempat mendampingi Joni dan keluarga saat dipindahkan ke panti sosial pada Kamis (16/6/2017) lalu. Kini, saat berkunjung ke panti sosial, Khofifah tampak memberikan hadiah berupa boneka kepada anak-anak Joni.

Joni berikut istri, Isa (30) dan ketiga putrinya menetap di sebuah gang sempit yang kotor. Mereka menyebut gang itu sebagai rumah.

Bahkan, pada 14 Mei 2017 lalu, Isa baru saja melahirkan seorang putri dengan beralas kardus.

Atas bantuan seorang bidan, putri bungsu Isa dan Joni lahir dengan selamat dan kemudian diberi nama Sari.

Khofifah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan di wilayah tempat tinggal keluarga Joni agar menyediakan lahan untuk dijadikan lokasi pembangunan rumah.

Jika nantinya sudah jadi, diharapkan Joni dan keluarganya bisa menempati rumah tersebut untuk hidup layak.

Rencananya, rumah untuk keluarga Joni berada di wilayah Tambora, Jakarta Barat.
Khofifah mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kelurahan setempat untuk mencari lahan.

"Pak lurah menyiapkan lahan yang memungkinkan dibangun rumah untuk Pak Joni. Kalau lahannya clear dan tidak bermasalah, bisa segera dibangun," kata Khofifah.

Sebelum dibangunkan sebuah rumah, Khofifah menyebut Joni dan Isa akan dinikahkan terlebih dulu. Sebab keduanya sampai saat ini belum punya ikatan pernikahan yang sah.

"Karena kalau kita membantu membangunkan rumah, lahannya disiapkan lurah, maka tidak benar kalau kita menyiapkan kelurga dalam satu rumah tanpa ikatan perkawinan yang sah. Dan Pak Joni setuju untuk dinikahkan," ucap Khofifah, seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, Nahar mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan serta Pemprov DKI guna membantu mengurus keluarga Joni dan Isa yang sebelumnya berumahkan gang sempit di Jakara.

Selain masalah sosial yang dihadapi Joni dan keluarganya, Khofifah menyebut, masalah seperti kesehatan serta pendidikan juga harus masuk ke dalam prioritas yang diberikan untuk keluarga itu.

Dua anak Joni belum mendapatkan pendidikan yang layak karena keterbatasan ekonomi keluarga tersebut.

"Tadi saya turun dengan orang Dinsos DKI tapi kan banyak kaitannya masalah kesehatan lalu pendidikan anaknya enggak sekolah, lalu tempat tinggal. Minimal tiga hal harus diselesaikan," ujar Nahar.

Anak Joni yang paling kecil juga harus ditangani. Dari hasil tes kesehatan, anak tersebut mengalami sedikit kelainan di bagian tubuhnya yang terlihat layu. Untuk itu perlu diberikan perawatan yang intensif.

Postingan populer dari blog ini

171 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 3)

404 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov serta .com (bagian 2)

400 Cara mendapatkan backlink dari Web .edu dan .gov (bagian 1)