Pengamat: “Jika Jubir Istana Bermain ala Buzzer, Malang Benar Nasib Negeri Ini!”
KabarViral - Dengan latar belakang apapun juru bicara Presiden tidak bisa memasukkan kepentingan subjektifnya kepada jabatan yang diemban. Jubir itu robot yang dilarang berpikir sendiri. Jubir itu bukan juru tafsir dari gerak, gerik atau lelaku pihak yang dijubiri, apalagi Istana.
Penegasan itu disampaikan pengamat politik Indra J Piliang, menyoal pernyataan jubir Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo soal sikap Presiden Joko Widodo pada Pansus Angket KPK.
“Jika jubir Istana Negara bermain ala para buzzer dan SPIN DOCTOR, malang benar nasib negeri ini. DPR RI layak bicara keras soal ini,” tegas Indra Piliang di akun Twitter @IndraJPiliang.
Sebelumnya, Johan Budi menegaskan Presiden Jokowi tidak bisa ikut campur dalam persoalan Pansus Angket KPK oleh DPR. Namun, kalau ada keinginan melemahkan hingga membubarkan, presiden akan turun.
“Kalau presiden menghentikan hak angket nggak bisa, dari sisi tata negara nggak bisa. Karena itu haknya DPR, domain DPR. Sementara presiden eksekutif yang kedudukannya sama,” kata Johan seperti dikutip viva (10/07).
Indra Piliang pun menegaskan bahwa kalangan DPR sudah menegaskan bahwa KPK tidak akan dibubarkan. “Sudah banyak pernyataan lisan dan tulisan dari DPR, betapa KPK tidak akan dibubarkan. Istana Negara makin nggak mutu dalam memberi penjelasan posisi,” tegas @IndraJPiliang.
@IndraJPiliang juga menulis: “Apa urusannya Jubir Istana Negara bicara bahwa Presiden Jokowi bakal menolak opsi pembubaran KPK? Itu imajinasi atau fakta? Mau jaring opini?”
Tak hanya itu, Indra Piliang mengibaratkan “serangan Istana” kepada Parlemen/DPR seperti halnya upaya untuk menghancurkan tonggak-tonggak reformasi. “Terus-menerus hujani PARLEMEN dengan tombak-tombak imajinasi, persepsi dan air liur saja; aku juga berhak menuduh tuan-tuang sedang hancurkan tonggak-tonggak reformasi,” tegas @IndraJPiliang. -kabarviral/intelijen