“Jika Situs ‘Seword’ Cs tak Diberangus, Berarti ada Pembiaran Provokasi dan Hoax”
KabarViral - Selain sindikat penyebar isu SARA, Saracen, ada sejumlah akun ataupun situs penyebar hoax dan provokasi. Hanya saja, karena “pro” penguasa, akun ataupun situs hoax itu tidak juga ditindak kepolisian. Situs Seword adalah salah satu situs pro penguasa yang dinilai “kebal” hukum.
Komunikator DPP Partai Demokrat, Panca Cipta Laksana, mengungkapkan ‘kesaktian’ situs Seword. Panca mengaku pihaknya telah melaporkan Seword, tetapi tidak ada tindak lanjut. “Percuma. Digembok (akun @digembok) dan Seword udah kita laporin ngak ada tindak lanjut. Tapi kita dah tahu dia terhubung dengan siapa,” tulis Panca di akun Twitter @panca66 menjawab pernyataan akun @f4hmieee.
"Grup Saracen membuat sejumlah akun Facebook di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennews.com yang total pengikutnya 800 ribu akun," kata Kombes Irwan, Rabu (23/8). (baca: Siber Polri 'Bongkar' Grup "Saracen" Berkonten Hate Speech isu SARA, Tiga Netizen Tersangka)
Aktivis politik Rahman Simatupang menegaskan, kepolisian bisa dituding membiarkan fitnah dan provokasi jika tidak menindak situs Seword dan sejenisnya. “Kalau situs Seword maupun sejenisnya tidak ditindak, artinya ada pembiaran hoax dan provokasi,” kata Rahman (25/08).
Kata Rahman, selama ini polisi hanya menyasar situs yang dianggap berseberangan dengan pemerintah. “Situs pro penguasa hoax dan fitnah juga banyak. Ini masalah keadilan saja,” tegas Rahman.
Rahman mempertanyakan posisi Seword yang sempat bekerjasama dengan Istana terkait lomba penulisan. “Pihak istana pernah bekerjama dengan situs Seword yang isinya fitnah dan hoax. Situs tersebut sengaja dipelihara penguasa?” tanya Rahman.
Menurut Rahman, kalau situs seperti Seword tidak ditindak, situs yang anti-Seword akan terus berkembang. “Bukannya mereda, situs anti Seword akan terus berkembang,” pungkas Rahman.
-kabarviral/intelijen