Jurnalis Senior : Mari Kita Tinggalkan Hoax, Ujaran Kebencian, dan Hujatan
KabarViral - Tidak melayani oposan (lawan) Anda dengan kata-kata jorok, ujaran kebencian, dan berita hoax, atau segala bentuk penghinaan dan hujatan, bukanlah pertanda kelemahan. Sebaliknya, sikap seperti ini menunjukkan bahwa Anda jauh lebih mulia dari lawan Anda. Bahwa Anda jauh lebih terhormat ketimbang oposan Anda. Menujukkan bahwa Anda jauh lebih kuat dibandingkan lawan Anda dalam hal penguasaan diri.
Menyebarkan ujaran kebencian, penghinaan, hujatan yang sifatnya personal, dan berita-berita hoax seperti yang dilakukan secara membabi buta oleh oposan Anda memperlihakan bahwa mereka tak sanggup mengelola anugerah terbaik dari Sang Maha Pencipta. Yaitu, fitrah berupa pikiran yang seharusnya jernih dan bebas dari keinginan untuk mencederai sesama.
Sayangnya, manajemen fitrah inilah yang ditinggalkan banyak orang. Mereka meninggalkan itu karena pengaruh eksternal yang berkecamuk di luar fitrah mereka. Mereka tak mampu melawan begitu banyak teladan yang menyesatkan pikiran bersih mereka.
Bagi banyak orang, kebiasaan berhoax, berujar kebencian dan berujar hujatan serta penghinaan sudah menjadi kebiasaan mereka. Tidak mudah untuk melepaskan kebiasaan itu. Pertarungan untuk meninggalkan semua ini, sangatlah berat. Anda memerlukan tekad keras dan disiplin dalam berpikir.
Tetapi, percayalah, perjuangan Anda untuk keluar dari lingkaran hoax, kebencian, hujatan dan juga kata-kata yang kotor, jauh lebih tinggi nilainya di atas perjuangan para atlet yang bekerja keras untuk meraih medali emas. Sebab, meninggalkan hoax dan semua hiasannya itu tidak hanya akan memuliakan Anda selama menjadi penduduk Bumi, melainkan juga akan mengantarkan Anda ke tempat yang terhormat di Langit, kelak.
Kawan-kawan yang saya hormati. Meninggalkan hoax dan aksesorinya itu akan membuat oposan (lawan) Anda menjadi panik. Panik, karena mereka merasa investasi besar yang telah mereka keluarkan untuk menjadikan Anda sama dengan mereka, akan gagal total. Panik, karena mereka akan memakan sendiri kotoran-kotoran yang selama ini mereka produksi.
Mari kita biarkan mereka berada di kolam kehinaan tanpa “lawan tanding” untuk saling menghujat, saling menghoax, saling berujar kebencian.
Kita tinggalkan mereka di Kolam-200. Biarkan mereka menjadi kanibal yang akan menyebar hoax, kebencian dan penghinaan diantara mereka sendiri.
*PS: Mohon bantuan kawan-kawan sekalian untuk menyebarkan ajakan ini. Terima kasih banyak
By Asyari Usman
(Penulis adalah wartawan senior)
-kabarviral/ibnu
.