Ustadz Felix Siauw: "Pentol Ganas" (Penjaga Toleransi dan Jaga Nasionalisme)
KabarViral - Sebuah organisasi pasang judul "Penjaga Toleransi", promosi kemana-mana bahwa dia mitra pemerintah dalam menumpas intoleransi, disingkat 'Pentol'
Aktivitas yang nyatanya adalah, membubarkan kajian yang mereka anggap intoleran, tanpa pembuktian, tanpa diskusi, pokoknya asal mereka tidak suka, itu cukup
Selain itu juga mereka tak menerima ada paham selain paham organisasinya, pokoknya intoleransi itu adalah semua yang mereka tak bisa toleransi, begitu kiranya
Tak perlu diskusi, karena toleransi harga mati, walau harus bertindak intoleran, "karena toleransi adalah saya", begitu katanya, makanya pakai nama "Penjaga Toleransi"
Jangan berpikir bisa melapor pada pihak berwenang, karena pihak berwenang selalu akan bertindak "netral"
Maksudnya "netral" begini, ketika ada yang mau adakan kajian atau daurah tahfidz, diprotes ormas Pentol, maka "netral" itu artinya kajian dibubarkan, daripada potensi konflik
Pihak berwenang tak lagi menegakkan keadilan, tapi yang ada hanya hukum rimba, siapa yang banyak dia yang menang, siapa yang kuat dia yang berkuasa
Ada lagi partai namanya "Jaga Nasionalisme" disingkat 'Ganas'. pasang tema nasionalisme diatas segalanya, keberagaman adalah Tuhan yang harus disembah
Katanya musuhnya paham radikalisme, adapun anggotanya yang rata-rata kelakuan preman, itu tak jadi soal, asal nasionalis
Petinggi partai ganas ini terang-terangan memprovokasi dengan sentimen agama, mengajak membunuh sebelum dibunuh, ujarannya brutal, yang penting nasionalis
Tak bisa dilaporkan dan ditangkap juga, sebab pihak berwenang beranggapan, yang nasionalis pastilah baik, dan dia bukan Muslim, jadi nggak akan bikin masalah
Di negeri antah barantah, yang jadi korban malah yang disuruh taat hukum, yang dipersekusi malah dituntut untuk toleransi, yang dipukul justru yang disalahkan
Di negeri antah barantah, yang mengingatkan masuk penjara, yang memprovokasi dapat gelar kehormatan, ulama dicurigai makar, yang makar malah disuruh sabar
Di zaman dajjal nanti, surga dimarketingkan jadi neraka, neraka diiklankan sebagai surga. Masa itu belum tiba, maka sepertinya Allah kasih kita latihan, di masa sekarang.
-kabarviral/ig